Mendengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Panca Prasetya Korpri, 03 Juni 2026
#TemanPemilih.... hari ini Rabu, 03 Juni 2026, KPU Kabupaten Sampang mendengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Panca Prasetya Korpri di Kantor KPU Kabupaten Sampang Jangan lupa like, komen dan share yaa #KPUMelayani ....
Mendengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Naskah Pancasila, 02 Juni 2026
#TemanPemilih.... Hari ini, Selasa, 02 Juni 2026, KPU Kabupaten Sampang mendengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Naskah Pancasila di Kantor KPU Kabupaten Sampang Jangan lupa like, komen dan share yaa #KPUMelayani ....
Upacara Dalam Rangka Memperingati Hari Lahir Pancasila, 01 Juni 2026
#TemanPemilih, Hari ini, Senin, 01 Juni 2026, KPU Kabupaten Sampang Melaksanakan Upacara Dalam Rangka Memperingati Hari Lahir Pancasila, di Halaman Kantor KPU Kabupaten Sampang. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ini, yaitu Bapak Miftahur Rozaq, Anggota KPU Provinsi Jawa Timur. Dalam amanatnya, Bapak Miftahur Rozaq menyampaikan pesan dari Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, yang menjelaskan bahwa Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" sebagai refleksi untuk menjaga api semangat Pancasila agar tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Pancasila diposisikan sebagai "bintang penuntun" dan "jangkar moral" yang tangguh dalam menghadapi ketidakpastian global serta disrupsi teknologi, sekaligus menjadi landasan bagi Indonesia untuk berkontribusi nyata dalam mewujudkan perdamaian dunia yang abadi dan berkeadilan sosial. Selanjutnya, beliau juga mengajak agar seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, melalui tindakan nyata, bukan sekadar hiasan dinding atau teks sejarah. Selain itu, para pemimpin daerah dan kementerian diamanatkan untuk memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial serta terus melawan segala bentuk intoleransi demi menjaga harmonisasi kebangsaan di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jangan lupa like, komen dan share yaa #KPUMelayani ....
Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026
#TemanPemilih, Segenap Keluarga Besar KPU Kabupaten Sampang mengucapkan Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Pancasila adalah fondasi kokoh, dan panduan hidup utama kita dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Lahir dari kedalaman nilai leluhur dan keberagaman bangsa, Pancasila senantiasa menjadi kekuatan pemersatu yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah dinamika perkembangan zaman. Mari kita jadikan momentum Satu Juni ini untuk terus membumikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan, memperkuat semangat gotong royong, dan merawat persaudaraan demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan berdaulat. Jangan lupa like, komen, dan share yaa #KPUMelayani ....
Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE, 31 Mei 2026
#TemanPemilih, Segenap Keluarga Besar KPU Kabupaten Sampang mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE, 31 Mei 2026. Hari Raya Waisak membawa pesan luhur tentang kesucian, cinta kasih, kedamaian, dan kebijaksanaan bagi seluruh umat manusia. Mari jadikan momentum Hari Raya Waisak ini untuk merefleksikan kembali nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat moderasi beragama, serta saling menghormati di tengah indahnya keberagaman bangsa. Jangan lupa like, komen, dan share yaa #KPUMelayani ....
Mendengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Naskah Pancasila, 29 Mei 2026
#TemanPemilih.... Hari ini, Jum'at, 29 Mei 2026, KPU Kabupaten Sampang mendengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Naskah Pancasila di Kantor KPU Kabupaten Sampang Jangan lupa like, komen dan share yaa #KPUMelayani ....
Publikasi
Opini
Oleh: SUHARIYANTO Anggota KPU Kabupaten Sampang Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Sampang Pemilu dan Pilkada adalah pesta demokrasi yang melibatkan seluruh rakyat Indonesia. Namun, seringkali kita lupa bahwa di tengah keramaian proses politik, terdapat kelompok-kelompok masyarakat yang sering terpinggirkan, sulit dijangkau informasi, atau bahkan menjadi objek eksploitasi semata. Mereka adalah komunitas marginal: penyandang disabilitas, masyarakat adat, kaum perempuan, lansia, pemilih pemula, masyarakat miskin perkotaan/pedesaan, hingga kelompok minoritas lainnya. Kehadiran dan partisipasi mereka bukan hanya soal pemenuhan hak konstitusional, melainkan kunci utama untuk mewujudkan pemilu yang benar-benar inklusif, jujur, dan adil. Lantas, apa sebenarnya peran strategis mereka dalam mensukseskan Pemilu dan Pilkada? 1. Menjadi Subjek, Bukan Hanya Objek Politik Selama ini, kelompok marginal seringkali hanya menjadi "komoditas" saat musim politik datang—hanya dicari saat butuh suara, namun aspirasinya sering terabaikan setelah pemilihan selesai. Padahal, ketika mereka diberi ruang dan pemahaman yang cukup, mereka mampu menjadi pemilih yang cerdas dan kritis. Mereka bisa menilai program kerja calon pemimpin yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat banyak, bukan hanya sekadar janji manis. 2. Pengawal Integritas di Tingkat Akar Rumput Pengawasan pemilu tidak bisa hanya dilakukan oleh lembaga resmi seperti Bawaslu atau KPU. Di sinilah peran komunitas marginal menjadi sangat vital. Karena mereka tinggal dan berinteraksi langsung di lingkungan masing-masing, mereka memiliki mata dan telinga yang paling tajam untuk melihat potensi pelanggaran, mulai dari politik uang, kecurangan data pemilih, hingga intimidasi. Partisipasi mereka dalam pengawasan partisipatif akan membuat proses pemilu semakin bersih dan terpercaya. 3. Jembatan Informasi yang Efektif Setiap komunitas memiliki budaya, bahasa, dan cara berkomunikasi yang khas. Melibatkan tokoh atau perwakilan dari komunitas marginal dalam sosialisasi akan membuat pesan kepemiluan lebih mudah diterima dan dipahami oleh anggotanya. Mereka bisa menjadi mitra strategis KPU untuk menjangkau daerah-daerah terpencil atau kelompok yang selama ini sulit diakses oleh informasi resmi. 4. Mewakili Aspirasi yang Beragam Suara komunitas marginal adalah cerminan dari keberagaman masalah yang ada di masyarakat. Ketika mereka berpartisipasi aktif, baik sebagai pemilih maupun sebagai penyampai aspirasi, isu-isu yang selama ini jarang terdengar—seperti hak atas tanah, aksesibilitas bagi disabilitas, perlindungan sosial, hingga keadilan gender—akan lebih mudah didengar dan diangkat menjadi agenda pembangunan oleh calon pemimpin. Penutup Mensukseskan Pemilu dan Pilkada bukan tugas penyelenggara semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Komunitas marginal memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dan berkontribusi. Mari kita buka ruang seluas-luasnya, berikan akses informasi yang setara, dan hargai setiap suara mereka. Karena demokrasi yang sejati adalah demokrasi yang tidak meninggalkan siapapun di belakang. #KPUSampang #DemokrasiInklusif #SuaraRakyat #Pemilu #PilkadaDamai #Sosdiklih #Parmas